AdaApa – 08 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir pada Selasa, 6 Oktober 2026, di level 6.192,93, mencatat kenaikan 74,07 poin atau 1,21 % sejak pembukaan.
Pergerakan IHSG, Volume Transaksi, dan Aliran Dana Asing
IHSG dibuka pada 6.139,13, sempat turun ke titik terendah intraday 6.120,24, lalu melesat hingga mencapai puncak 6.216,44 sebelum sedikit terkoreksi dan tetap berada di zona hijau pada penutupan. Total volume perdagangan mencapai 468,95 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp10.970,84 miliar (sekitar Rp10,97 triliun).
Pasar mengalami net foreign outflow sebesar Rp629,87 miliar di all‑market dan Rp597,49 miliar di pasar reguler pada hari tersebut. Sejak awal tahun 2026, akumulasi net foreign outflow mencapai Rp82,73 triliun di all‑market dan Rp109,45 triliun di pasar reguler.
Baca Juga: IHSG Menguat, Investor Asing Serbu 10 Saham dengan Net Buy Miliaran Rupiah
Sektor Penggerak, Saham Pengungkit, dan Saham Penekan
Sektor energi menjadi pendorong utama IHSG dengan kenaikan 4,14 %, diikuti sektor teknologi naik 2,7 % dan sektor material dasar naik 2,2 %.
Berikut adalah saham-saham yang mendorong indeks:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Berikut adalah saham-saham yang menekan IHSG:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA)
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
Baca Juga: Saham BBCA Naik 0,40% ke Rp6.225, Net‑Buy Asing Pulih, dan BCA Bantah Rumor Akuisisi
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS
Rupiah menutup perdagangan pada 6 Oktober 2026 di level Rp17.890 per US$, menguat tipis 0,03 % dibandingkan penutupan hari sebelumnya (Rp17.895 per US$). Pada pembukaan sesi, rupiah berada di Rp17.875 per US$.
Artikel ini dipublikasikan oleh CNBC Indonesia pada 7 Oktober 2026 pukul 06:20.