AdaApa – 08 Oktober 2026 | Borneo FC berhasil mengamankan satu poin melawan juara bertahan Buriram United dalam laga berakhir 0-0 di Chang Arena, Thailand, pada Rabu 7 Oktober 2026. Pertandingan yang menjadi bagian dari ASEAN Club Championship (Shopee Cup) itu menegaskan ketangguhan tim asal Samarinda, Kalimantan Timur, meski menghadapi tekanan serangan terus-menerus dari tuan rumah.
Detail Pertandingan di Chang Arena
Sepanjang 90 menit, kiper Borneo yang dikenal dengan julukan Pesut Etam, Kadu Monteiro, tampil tenang dan melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras Eduardo Mancha dan Juan Villa. Pelatih Mauro Jeronimo memuji ketenangan Monteiro serta kontrol lini belakang yang mampu mengantisipasi serangan silang Buriram United.
Buriram United menguasai bola sekitar 60 persen, namun peluang mereka sering kali dibendung oleh pertahanan Borneo. Pada menit ke-17, Asgal Habib hampir membuka keunggulan lewat tembakan dari dalam kotak penalti, namun diselamatkan oleh kiper lawan, Bootprom. Pada menit ke-75, tembakan jauh Eduardo Mancha dari luar area penalti kembali gagal karena Monteiro berhasil menangkisinya. Sekitar menit ke-83, Juan Villa hampir mencetak gol, namun tembakannya juga diblokir oleh Bootprom.
Baca Juga: Albania Menang 3-0 atas San Marino di UEFA Nations League C 2026 – Rekor Dominasi dan Jadwal Penting
Menjelang akhir pertandingan, Narubadin Weerawatnodom menerima kartu kuning kedua pada menit ke-89, memaksa Buriram United bermain dengan sepuluh pemain. Meskipun keunggulan jumlah pemain, mereka tidak berhasil memecah kebuntuan.
Presiden Borneo FC, Nabil Husien, menanggapi hasil tersebut melalui akun Instagram resmi @borneofc.id, menuliskan: “Diawal sudah di remehkan 😂😂😂 alhamdulillah Borneo dapat point!!! Tks yg mendukung, buat yg nyinyir teruslah gigit jari broooo.” Ia menegaskan bahwa skuad Pesut Etam sempat diremehkan, namun berhasil membuktikan kualitasnya.
Kompetisi yang Dihadapi Borneo FC Musim Ini
Selain berpartisipasi di ASEAN Club Championship, Borneo FC juga berkompetisi di tiga turnamen domestik lainnya. Daftar kompetisi yang dijalani tim pada musim ini meliputi:
- Super League Indonesia
- Piala Liga Indonesia
- ASEAN Club Championship (Shopee Cup)
- AFC Challenge League
Manajemen klub menegaskan bahwa semua kompetisi tersebut memiliki prioritas yang setara, menantang skuad untuk mempertahankan performa konsisten di berbagai ajang.
Baca Juga: Spanyol, Juara Piala Dunia 2026, Hadapi Kroasia di Stadion Poljud pada 7 Oktober 2026
Sejarah dan Identitas Borneo FC
Borneo FC didirikan pada tahun 2010 sebagai Borneo F.C. Samarinda. Klub ini berlokasi di Gelora Borneo Stadium, Samarinda, dengan kapasitas 30.000 penonton. Warna bendera tim adalah hijau dan putih, yang mencerminkan semangat dan kebanggaan daerah. Pelatih kepala saat ini adalah Mauro Jeronimo, yang memimpin sejak 2024. Pemain kiper utama Kadu Monteiro, yang dikenal dengan julukan “Pesut Etam”, telah menjadi andalan pertahanan sejak musim 2025. Pada musim 2026, Borneo FC menempati posisi ke-5 di Super League Indonesia, menunjukkan konsistensi performa di level domestik.
Dengan hasil imbang melawan Buriram United, Borneo FC menambah kepercayaan diri menjelang sisa jadwal kompetisi. Kiper Kadu Monteiro dan pertahanan yang disiplin menjadi kunci utama, sementara pelatih Mauro Jeronimo terus mengoptimalkan taktik tim untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Keberhasilan menahan juara bertahan dari Thai League 1 ini menjadi bukti bahwa Borneo FC mampu bersaing di level regional, sekaligus menegaskan bahwa persepsi meremehkan tim tidak lagi relevan.