Statistik dan Kondisi Tim
AdaApa – 07 Oktober 2026 | Pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 01:45 WIB, Stadion Poljud di Split akan menjadi arena pertempuran antara Croatia dan Spanyol, di mana Spanyol, juara Piala Dunia 2026, menempati catatan tak terkalahkan sebanyak 41 pertandingan di semua kompetisi. Spanyol juga merupakan juara Piala Eropa 2024. Croatia, yang saat ini sedang mengalami penurunan performa, telah mengalami tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir, termasuk kekalahan 1‑4 melawan Spanyol dan 0‑7 melawan Inggris. Di fase grup A3 Liga Nasional UEFA, Spanyol telah mengumpulkan sembilan poin dari tiga pertandingan, sehingga kemenangan atas Kroasia akan langsung memasukinya ke babak delapan besar.
Tim Kroasia masih mengandalkan pemain senior seperti Luka Modric (41 tahun), Mateo Kovacic (32 tahun), dan Ivan Perisic (37 tahun). Sementara Spanyol menonjolkan pemain muda, dengan keunggulan dalam kecepatan, pengendalian bola, akurasi passing, dan finishing dibandingkan Kroasia.
Taktik dan Persiapan
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa ia tidak akan meremehkan Kroasia meskipun Spanyol berada di puncak performa. De la Fuente mengungkapkan, “Kita tidak boleh lengah karena kita menang besar di laga pertama melawan Kroasia. Bermain di Stadion Poljud selalu menambah tekanan karena pendukung Kroasia yang fanatik. Kita akan berusaha maksimal untuk menang.”
Spanyol akan memulai laga dengan skuad penuh, kecuali ketiga pemain cedera: Ferran Torres, Nico Williams, dan Alex Grimaldo. Rodri tetap menjadi playmaker utama, sementara Lamine Yamal dan Alex Baena menjadi penyerang utama. Mikel Oyarzabal dapat dimainkan kembali setelah istirahat di laga melawan Republik Ceko. De la Fuente berencana memberi peluang debut kepada penyerang Carlos Espi dari bangku cadangan.
Pelatih Kroasia, Slaven Bilic, diperkirakan akan mengubah taktik menjadi gaya bertahan dengan garis pertahanan rendah dan menyiapkan serangan balik melawan serangan Spanyol. Laga ini akan menekankan dominasi kepemilikan bola dan serangan efektif untuk menahan Kroasia.