AdaApa
Categories
Berita Umum

Gelap Total di Mini Bioskop Bali, Inklusi Audio Deskripsi Bawa Penonton Menyaksikan Short Film “Alpa”

Oleh Ahmad Wijaya • 8 Oktober 2026 • 2 menit baca
Gelap Total di Mini Bioskop Bali, Inklusi Audio Deskripsi Bawa Penonton Menyaksikan Short Film “Alpa”

Mini bioskop DNA di Denpasar gelap total pada 15 Sep 2026, menayangkan short film "Alpa" dengan audio description untuk penonton tunanetra.

AdaApa – 08 Oktober 2026 | Pada Selasa, 15 September 2026, ruang audiovisual Dharma Negara Alaya (DNA) di Denpasar, Bali, mengalami pemadaman total sesaat setelah menayangkan film pendek kedua, menyoroti pentingnya menciptakan short film yang inklusif. Mini bioskop berkapasitas 70 penonton ini hanya diterangi oleh cahaya proyektor, sementara dinding dan langit-langit tampak menghilang.

Suasana Gelap dan Penayangan “Alpa“

Setelah layar menampilkan logo produksi, judul film berikutnya, Alpa, muncul dalam huruf besar. Film yang disutradarai oleh Dhiwangkara Setra memperlihatkan konser musik dengan pencahayaan merah‑kuning menyala, vokalis berdreadlock yang berkeringat memegang mikrofon, serta penonton yang berdesakan, mendorong, dan moshing. Di tengah visual yang dinamis, suara narator berbahasa Indonesia memberikan audio description (AD) dengan kalimat pendek, kaku, dan tanpa intonasi, seperti “Seorang remaja memegang mikrofon, bernyanyi. Mengangkat tangan bertato. Menari liar.” Narasi AD ini sengaja disertakan untuk mendukung penonton dengan gangguan penglihatan.

Program Inclusive Cinema di Minikino Film Week 12

Film Alpa merupakan salah satu dari lima film pendek—empat lainnya produksi domestik dan internasional—yang diputar dalam program Inclusive Cinema pada Minikino Film Week (MFW) ke‑12. Selain audio description untuk tunanetra, program ini juga menyediakan subtitle untuk tuna rungu (SDH), menjadikan pengalaman menonton dapat diakses oleh semua kalangan.

Pengalaman Penonton Tunanetra

Di antara penonton, dua peserta tunanetra, Ni Komang Yuni Lestari (22) dan Ida Bagus Surya Maruaba (33), menyatakan bahwa fitur AD sangat membantu mereka “menonton” di mini bioskop DNA. Yuni menyatakan bahwa ia menemukan audio description pertama kali melalui layanan OTT, lalu menambahkan, “The film was the first documentary I enjoyed with audio description. I actually learned about the DA feature initially from Netflix,” sambil mengingatkan bahwa dokumenter “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso” ditayangkan pada 28 September 2023.

Dengan kombinasi visual yang kuat, narasi audio yang terstruktur, serta subtitle bagi yang membutuhkan, program Inclusive Cinema di MFW 12 menunjukkan bagaimana short film dapat menjadi media yang menyampaikan pesan universal secara mudah diakses, bahkan bagi penonton dengan keterbatasan sensorik.

Ditulis oleh Ahmad Wijaya
Share: WhatsApp Facebook X

Jadi yang pertama berkomentar

Scroll to Top