AdaApa – 08 Oktober 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 7 Oktober 2026 bahwa ia telah menjadwalkan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Persiapan Telepon dan Tinjauan Intelijen
Trump menegaskan bahwa sebelum menghubungi Putin ia akan meninjau laporan intelijen Amerika terlebih dahulu. Ia menambahkan bahwa hasil tinjauan tersebut “mungkin dapat diberikan laporan besok”, menandakan adanya kemungkinan penjelasan resmi dalam waktu singkat.
Langkah Diplomatik Amerika Serikat
Departemen Luar Negeri AS mengirimkan sebuah *demarche*, yaitu pesan diplomatik tertutup, kepada pemerintah Moskow. Surat tersebut memperingatkan bahwa kegagalan Rusia mengungkapkan rincian insiden melanggar kewajiban kesehatan internasional.
Baca Juga: Trump Tegaskan Ancaman Musnahkan Iran demi Perdamaian Dunia, Ultimatum di PBB 22 September 2026
Respon Rusia dan Penyelidikan di Irkutsk
Pihak berwenang Rusia menolak bahwa mereka sedang melakukan penanganan wabah. Mereka juga mengecilkan pentingnya laporan tentang insiden di sebuah institut penelitian wabah yang terletak di wilayah Irkutsk, Siberia, pekan lalu.
Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, menyatakan pada 5 Oktober 2026 bahwa inspeksi oleh komisi khusus Rospotrebnadzor menyimpulkan penyebab kematian seorang wanita muda adalah pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui. Pemeriksaan post‑mortem tidak menemukan mikroorganisme yang terkait dengan pekerjaannya, dan tidak ada kasus baru di antara staf institut sejak kejadian tersebut.
Menurut laporan postmortem yang dilakukan oleh pejabat Rusia, tidak ditemukan indikasi penyakit pes pneumonik pada wanita muda tersebut.
Desakan Transparansi dari Amerika Serikat dan WHO
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menekankan keprihatinannya dan menyerukan agar Rusia bersikap transparan. “Kami mendorong Rusia untuk bersikap transparan dan berbagi lebih banyak informasi dengan dunia agar kita semua dapat bereaksi secara tepat dan sesuai,” ujarnya saat kunjungan ke Islandia.
Baca Juga: Serangan Drone Rusia pada Jembatan Kyiv Tingkatkan Ketegangan Saat Merz Bertemu Zelensky
WHO menegaskan kembali permintaannya, menyerukan agar Rusia mengungkap data terkait insiden itu demi kepentingan kesehatan dunia.
Kompas.com menegaskan bahwa Trump akan menghubungi Putin dan Amerika Serikat mendesak Rusia membuka informasi tentang dugaan bocornya pes dari laboratorium.
Kesimpulan
Jadwal panggilan antara Trump dan Putin menandai titik fokus baru dalam hubungan kedua negara terkait dugaan wabah pes yang muncul di Irkutsk. Sementara Amerika Serikat menyiapkan langkah diplomatik dan menunggu hasil tinjauan intelijen, Rusia tetap menolak adanya penanganan wabah dan menegaskan hasil penyelidikan lokal. Tekanan internasional untuk transparansi kini semakin intens, dengan WHO dan pejabat AS menuntut akses informasi yang lebih lengkap.