AdaApa – 03 Oktober 2026 | Pada Kamis 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono, yang sebelumnya menjabat sebagai ajudan politik dekat presiden. Perombakan ini menandai perubahan signifikan dalam Kabinet Merah Putih dan menjadi sorotan utama media asing.
Rincian Perubahan Posisi Kunci
Perombakan kabinet yang dilakukan melalui Keputusan Presiden No. 104/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta Keputusan Presiden No. 105/P/2026 mencakup beberapa jabatan strategis:
Baca Juga: Prabowo Subianto Lantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
- Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) – Menteri Luar Negeri, sebelumnya Wakil Menteri Luar Negeri.
- Sugiono – ditugaskan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
- Suyudi Ario Seto – menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri; sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.
- Listyo Sigit Prabowo – dipindahkan menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan.
Dewi Fortuna Anwar, analis kebijakan luar negeri di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan bahwa “Arrmanatha Nasir, seorang diplomat veteran, diharapkan memainkan peran yang lebih tegas dalam mengelola kebijakan luar negeri Indonesia.”
Fakta-fakta Konkret tentang Reshuffle Menlu
- Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Keputusan Presiden No. 104/P/2026 dan No. 105/P/2026 untuk menegaskan pemberhentian dan pengangkatan menteri.
- Arrmanatha Christiawan Nasir, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, dilantik pada 1 Oktober 2026 sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono.
- Sugiono, mantan ajudan politik presiden, ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
- Suyudi Ario Seto, sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional, menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
- Listyo Sigit Prabowo dipindahkan menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan.
- Reshuffle ini merupakan kali ketujuh Prabowo melakukan perombakan kabinet sejak ia menjabat pada 2024.
- Riwayat reshuffle sebelumnya: 19 Februari 2025 (reshuffle pertama); 8 September 2025 (Sri Mulyani dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa); 14 September 2026 (Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menteri Keuangan); 1 Oktober 2026 (Purbaya digantikan oleh Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menandai reshuffle keenam).
- Protes publik menolak keputusan Presiden Prabowo bergabung dengan Board of Peace, sebuah badan internasional yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi proses stabilisasi di Jalur Gaza pasca serangan Israel terhadap Iran, dengan pernyataan: “Publik tidak setuju dengan keputusan Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.”
Latar Belakang Politik dan Respons Publik
Perubahan posisi Menteri Luar Negeri terjadi setelah munculnya protes publik yang menolak keputusan Presiden Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) – sebuah badan internasional yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi proses stabilisasi di Jalur Gaza pasca serangan Israel terhadap Iran. Salah satu suara publik menegaskan, “Publik tidak setuju dengan keputusan Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.”
Baca Juga: Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji Gantikan Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian
Sejarah Reshuffle Kabinet Prabowo
Reshuffle pada 1 Oktober 2026 merupakan kali ketujuh Prabowo melakukan perombakan kabinet sejak ia menjabat pada 2024. Berikut rangkaian reshuffle sebelumnya:
- 19 Februari 2025 – reshuffle pertama.
- 8 September 2025 – Sri Mulyani dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
- 14 September 2026 – Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menteri Keuangan.
- 1 Oktober 2026 – Purbaya digantikan oleh Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (menandai reshuffle keenam).
Secara keseluruhan, perombakan kabinet yang menyoroti posisi Menteri Luar Negeri serta jabatan strategis lainnya mencerminkan upaya Presiden Prabowo menyesuaikan kepemimpinan dengan tantangan domestik dan internasional, sambil tetap menjaga ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional.