AdaApa – 19 September 2026 | Kemendikbudristek menjadikan Data Terpadu Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penentuan kelayakan penerima KIP Kuliah 2026. Berdasarkan pembagian desil, keluarga yang berada pada desil 1 sampai desil 4 otomatis memenuhi kriteria ekonomi, karena desil 1 mencakup 10 % rumah tangga paling miskin dan desil 4 masih berada dalam 40 % terbawah.
Kriteria Ekonomi Berdasarkan Desil dan Pendapatan
Calon mahasiswa yang terdata dalam DTSEN hingga desil 4 dapat langsung mengajukan KIP Kuliah tanpa harus membuktikan lagi keterbatasan ekonomi. Jika keluarga tidak termasuk dalam desil 1‑4, mereka tetap dapat mengajukan KIP selama total penghasilan bersih orang tua atau wali tiap bulan berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) wilayah domisili mahasiswa. Panduan resmi KIP Kuliah 2026 mencantumkan tiga alternatif cara membuktikan keterbatasan ekonomi, meskipun rincian ketiganya tidak dijabarkan dalam dokumen publik.
Tahapan Seleksi KIP Kuliah 2026 dan Jadwal Wawancara
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan telah mengumumkan selesainya seleksi administrasi dan menetapkan jadwal wawancara untuk calon penerima KIP Kuliah 2026. Di Bengkulu, proses wawancara dilaksanakan pada 17‑19 September 2026 di Sekretariat Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu. Seluruh peserta wawancara telah lolos seleksi administrasi dan tercatat berada dalam desil 1‑4 berdasarkan data sosial‑ekonomi mereka.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas 2026 Dibuka 9–27 September dengan Kuota 4.000 Mahasiswa
Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan dengan ketat, bebas biaya, dan bersifat transparan. Ia memperingatkan adanya oknum yang mengatasnamakan dirinya dan meminta uang untuk mempercepat proses seleksi, serta meminta korban melaporkan hal tersebut kepadanya. “Kalau ada yang mengatasnamakan saya kemudian meminta biaya dalam proses seleksi KIP, segera laporkan kepada saya,” ujarnya.
Dwike Juwita, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu asal Kabupaten Kaur, mengungkapkan harapannya dapat lolos agar dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya. “Mudah‑mudahan bisa lolos. Jadi bisa membantu ekonomi orang tua juga,” katanya.
Hasil seleksi akhir akan dipublikasikan melalui media sosial untuk menjamin keterbukaan, sehingga calon penerima dapat memantau status aplikasi mereka secara real time.
Baca Juga: Pemkab Bintan Tutup Sekolah 3 Hari, Belajar Daring 15–17 Sep 2026 Akibat Kabut Asap Tebal
Cara Memeriksa dan Memperbaiki Data Desil di DTSEN
Calon penerima dapat memeriksa tingkat desil keluarga dengan mengakses situs https://dtsen.data.go.id/login, mengisi data kependudukan yang diminta, dan menunggu proses verifikasi. Jika hasil yang muncul tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pemohon dapat mengajukan perbaikan data melalui mekanisme yang tersedia di portal tersebut. Verifikasi tambahan juga dapat dilakukan melalui situs resmi Cek Bansos milik pemerintah.
Program KIP Kuliah terus menyediakan bantuan biaya pendidikan untuk para lulusan SMA atau setara yang memiliki potensi akademik tinggi namun terbatas secara finansial. Meskipun besaran dana bantuan tidak diungkapkan, seluruh tahapan seleksi, termasuk wawancara, tidak memungut biaya apapun dari peserta.
Dengan mengandalkan data DTSEN sebagai dasar utama, serta menyediakan alternatif bukti pendapatan di bawah UMP, KIP Kuliah 2026 berupaya menjangkau mahasiswa yang paling membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan tinggi.