AdaApa
Categories
Berita Terkini

Serangan Houthi Dorong Harga Minyak Naik, Investasi Indonesia Raih Akses Strategis di Permian Basin

Oleh Arif Sutoro • 7 Oktober 2026 • 3 menit baca
Serangan Houthi Dorong Harga Minyak Naik, Investasi Indonesia Raih Akses Strategis di Permian Basin

Serangan Houthi memicu kenaikan harga minyak dunia, sementara investasi Indonesia di Permian Basin membuka peluang strategis bagi sektor energi nasional.

AdaApa – 07 Oktober 2026 | Warta Ekonomi melaporkan bahwa serangan pasukan Houthi pada fasilitas milik Saudi Aramco di Riyadh pada 7 Oktober 2026 diproyeksikan memperlambat pasokan minyak mentah dunia dan memicu kenaikan harga minyak secara signifikan.

Dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah terhadap BBM Nonsubsidi di Indonesia

Kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan menurunkan ketersediaan BBM nonsubsidi di Indonesia, sehingga konsumen domestik berisiko menghadapi tarif bahan bakar yang lebih tinggi. Ciplis Gema Qoriah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, menilai lonjakan harga BBM nonsubsidi tidak hanya memengaruhi biaya energi, melainkan juga pola konsumsi rumah tangga, aktivitas perusahaan, produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi secara agregat.

Menurut Ciplis, pemerintah harus mengidentifikasi seluruh konsumen BBM nonsubsidi, yang mencakup rumah tangga, perusahaan, serta pelaku usaha barang dan jasa. “Ketika harga BBM nonsubsidi naik, setiap pihak harus menyesuaikan diri; efisiensi harus ditingkatkan karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi akan menggerus produktivitas dan daya beli masyarakat,” ujarnya dalam wawancara pada Rabu 7/10/2026.

Ia juga memperingatkan kemungkinan pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi bila selisih harga menjadi terlalu besar, dan menambahkan, “Kebijakan harus disesuaikan dengan menghitung secara tepat jumlah penduduk berpendapatan rendah, menengah, dan tinggi serta usaha yang layak atau tidak layak menerima subsidi.” Menurut Ciplis, kelas menengah berpotensi menjadi kelompok paling terdampak karena pendapatan mereka berada di ambang batas yang tidak dapat naik lebih jauh karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah diharapkan memberikan dukungan khusus kepada pekerja kelas menengah serta membantu rumah tangga berpendapatan rendah menyesuaikan penggunaan energi sesuai kemampuan daya beli.

Investasi Indonesia di Ladang Minyak Permian Basin, Amerika Serikat

Perusahaan berbasis Texas yang bergerak dalam akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi minyak serta gas di Permian Basin menandatangani kesepakatan investasi dengan Danantara Investment Management (DIM) melalui penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap.

Menurut Pandu Sjahrir, CEO DIM, investasi tersebut memberi DIM hak akses strategis ke portofolio aset yang sebagian besar terdiri dari minyak yang berada di Permian Basin, kawasan dengan produksi minyak terbesar di Amerika Serikat. “Posisi strategis HighPeak di pasar hulu minyak dan gas paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi potensial seiring upaya kami membangun platform investasi global yang terdiversifikasi,” katanya dalam pernyataan tertulis pada Selasa 6/10/2026.

HighPeak akan memanfaatkan dana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mendukung pengembangan berkelanjutan dan pertumbuhan aset berkualitas. Kerja sama ini juga diharapkan memfasilitasi pertukaran keterampilan, memperkuat kemampuan tenaga kerja Indonesia, dan menambah kedekatan ekonomi‑energi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat mencatat bahwa Permian Basin menyumbang 48 % dari total produksi minyak Amerika pada tahun 2025. Sejak 2007, peningkatan produksi di wilayah tersebut didorong oleh teknik pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing (fracking); kedua metode ini dapat diadaptasi pada lapangan migas darat Indonesia yang sudah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur.

Sesudah transaksi berakhir, HighPeak berencana menginisiasi program pelatihan serta penempatan kerja (secondment) untuk tenaga kerja Indonesia demi meningkatkan kemampuan teknis mereka. Ketentuan investasi memberikan DIM perlindungan terhadap penurunan nilai investasi serta hak konversi saham preferen menjadi saham biasa untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan ekuitas di masa depan. DIM juga memperoleh opsi berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak selanjutnya melalui private placement, serta menempatkan satu perwakilan di dewan direksi HighPeak.

Secara keseluruhan, alokasi dana sebesar Rp 4,47 triliun oleh Danantara Investment Management ke aset‑aset energi di Permian Basin menandai langkah signifikan Indonesia dalam memperluas jejak investasi energi global sekaligus menyiapkan tenaga kerja domestik untuk mengadopsi teknologi produksi minyak modern.

Dengan harga minyak dunia yang terus berfluktuasi, dampak domestik pada BBM nonsubsidi dan peluang investasi luar negeri menjadi dua sisi penting yang harus dikelola secara bersamaan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ditulis oleh Arif Sutoro
Share: WhatsApp Facebook X

Jadi yang pertama berkomentar

Scroll to Top